Transfer Factor dan Immunological Health

Transfer Factor dan Immunological Health

# Wabah            # Penyakit            # Kelemahan            # Kematian

Beberapa istilah diatas digunakan oleh para spesialis di seluruh dunia untuk menggambarkan serangan Virus H5N1 ( Varian Virus  Flu Burung ). Semua sependapat bahwa dengan berfungsinya sistem kekebalan tubuh secara optimal dapat meminimalisasi dampak dari wabah tersebut,

Sistem Kekebalan Tubuh, Kesehatan, Umur Panjang dan Kelangsungan Hidup

Sistem Kekebalan Tubuh atau lebih akrab disebut sistem imun adalah salah satu karunia Tuhan yang tak ternilai untuk kita semua. Mereka bekerja tanpa henti, menciptakan respon kekebalan yang tidak pernah terlambat dan terhambat, selalu siap sedia secara terus menerus untuk menjalankan keseimbangan dan keakurasian pertahanan tubuh terhadap berbagai macam penyusup seperti kuman yang membuat kita sakit, bakteri yang memberi kita infeksi, dan virus yang mematikan.

Hidup di dunia yang kejam, tidak peduli siapa kita, di mana kita hidup, atau apa yang kita lakukan, sistem kekebalan tubuh adalah barisan pertahanan kita yang pertama dan terakhir. Mereka inilah yang berdiri diantara kita dan kematian. Tidak peduli berapa uang yang sudah habiskan pemerintah untuk strategi merespon wabah. Tidak peduli seberapa banyak ketersediaan dan kekuatan antibiotik. Tidak peduli berapa milyar dolar mengalir dalam penelitian untuk pengembangan vaksin. Namun pada akhirnya, satu pertanyaan akan muncul diatas segalanya, yaitu Seberapa Kuat Sistem Kekebalan Tubuh Anda?

Dasar Sistem Kekebalan Tubuh

Sistem kekebalan tubuh anda memiliki 3 ( tiga ) fungsi utama:

Pertama: mengenali penyusup,

Kedua: melancarkan sebuah serangan yang efektif

Ketiga: mengingat para penyusup ketika mereka datang kembali.

Dan yang paling bertanggung jawab atas berjalan atau tidaknya ke 3 ( tiga ) fungsi tersebut adalah Molekul yang disebut Transfer Factor (TF).

Transfer Factor

Transfer Factor adalah Immune System “Intelligence”

Transfer Factor bukan vitamin, mineral, herbal ataupun obat. Transfer Factor adalah molekul yang membentuk inti dari jaringan kecerdasan sistem kekebalan tubuh yang menyimpan informasi mengenai sistem kekebalan tubuh sebelumnya yang sudah pernah berhadapan dengan virus, kuman, jamur dan sejenisnya.

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa Transfer Factor bukan hanya sekadar menyimpan pengalaman sistem kekebalan tubuh, Hebatnya lagi, Transfer Factor juga menyediakan informasi strategis mengenai cara tercepat mengatasi patogen yang kita temui dengan merangsang aktivitas Sel Natural Killer ( Sel Pembunuh Alami ).

Seperti halnya dengan kode genetik yang tersimpan dalam molekul DNA, molekul Transfer Factor menyediakan informasi yang dibutuhkan sistem kekebalan tubuh untuk:
1. Mengidentifikasi masalah
2. Menyeimbangkan respon tubuh
3. Mempercepat fungsi kekebalan tubuh yang positif.

Transfer Factor, Sejarahnya dan Mengapa anda belum pernah mendengarnya

Ketika sedang meneliti Tuberkulosis (TBC) pada tahun 1949, Dr. H.Sherwood Lawrence (Kepala Bidang Penyakit Infeksi dan Imunologi New York University, 1959-2000) menemukan bahwa beliau dapat “mentransfer” respon kekebalan positif dari orang yang telah pulih dari TBC kepada orang yang belum pernah terkena TBC dengan cara memasukkan sel darah putih melalui injeksi. Meskipun Transfer Factor pada saat itu disambut sebagai penemuan besar oleh para peneliti dan ilmuwan di seluruh dunia namun penisilinlah yang menjadi pusat perhatian sebagai obat mujarab dari Barat, Sebuah obat yang dapat menyembuhkan semua penyakit infeksi. Dan tidak ada yang dapat membantah bahwa antibiotik telah memainkan peran dalam memerangi penyakit. Namun dikemudian hari,terbukti bahwa antibiotik tidak efektif lagi untuk kuman-kuman yng lebih cerdas.

Antibiotik tidak memperkuat sistem kekebalan tubuh bahkan antibiotik menggantikan fungsi sistem kekebalan tubuh sehingga membuat sistem kekebalan tubuh tidak berfungsi optimal. Dan untuk alasan itulah para ilmuwan mencari cara alternatif untuk mendukung dan meningkatkan respon kekebalan tubuh. Semenjak Dr. Lawrence menemukan Transfer Factor, sudah ribuan kajian ilmiah telah membuktikan keefektivitas molekul Transfer Factor.

Sumber Transfer Factor

Pada masa awal hinga tahun 1980an, terapi Transfer Factor, yang menjadi donor adalah manusia,dan Transfer Factor diterima melalui injeksi/suntikan. Dengan berkembangngya ilmu kedokteran ditemukanlah fakta bahwa khasiat dan kompatibilitas/kesesuaian Transfer Factor dari hewan dengan Transfer Factor dari manusia. Tidak seperti antibodi, Transfer Factor bisa digunakan lintas spesies. Ini berarti bahwa manfaat Transfer Factor  bersifat universal. Dengan demikian, kita bisa mendapatkan keuntungan dari Transfer Factor hewan karena sistem kekebalan tubuh hewan lebih tangguh. Hewan hidupnya, makanan dan minumannya di tempat yang kotor, otomatis virus, kuman dan jamur yang masuk ke tubuhnya lebih banyak dan luar biasanya mereka tidak pernah diare, ataupun kena demam berdarah, dll.

Transfer Factor bisa dikonsumsi lewat mulut

Pada tahun 1980-an, ditemukan bahwa Transfer Factor ada didalam Kolostrum Air Susu Ibu ( ASI awal ). Berbagai studi menunjukkan kemanjuran mengkonsumsi Transfer Factor melalui mulut. Bayi yang mendapat ASI memiliki daya tahan tubuh yang jauh lebih kuat karena didalamnya terdapat Transfer Factor yang dapat mendidik sistem kekebalan tubuh bayi yang masih lemah.

# Teknologi

Dengan kemajuan teknologi, para ilmuwan telah berhasil mengekstrak, mengkonsentrasikan dan memurnikan Transfer Factor dari kolostrum.

Keampuhan Transfer Factor yang berasal dari Sistem kekebalan tubuh yang tangguh

Molekul-molekul paling ampuh dari Transfer Factor berasal dari sistem kekebalan tubuh yang tangguh yang telah bertemu dan mengalahkan berbagai macam jenis virus, kuman dan jamur.

Saat ini masyarakat ilmiah sangat tertarik dengan dua sumber Transfer Factor. Yang pertama berasal dari sapi ( kolustrum ), yang lainnya dari ayam ( kuning telur ). Kolostrum sapi mengandung Transfer Factor ampuh yang dirancang untuk mempersiapkan anak sapi yang baru lahir untuk menghadapi lingkungan mereka yang beracun.

Orang-orang menemukan bahwa Transfer Factor menawarkan pemeliharaan kesehatan secara umum untuk gaya hidup mereka.

Transfer Factor merupakan kebutuhan kita sehari-hari

Jutaan orang di seluruh dunia menggunakan Transfer Factor setiap hari untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Bahkan, satu laporan menunjukkan bahwa di China, “lebih dari enam juta orang telah menggunakan Transfer Factor sebagai pencegahan penyakit hepatitis.”

Di seluruh dunia, orang-orang mulai menggunakan Transfer Factor untuk menjaga kekebalan tubuh bekerja optimal. Ini mungkin alasan mengapa buku populer, The Germ Survival Guide, oleh Dr Kenneth A. Bock, MD, menyarankan mengkonsumsi 6 ( enam ) kapsul Transfer Factor per hari ketika bepergian.

Laporan Manfaat Transfer Factor

Transfer Factor disebut sebagai “pengoreksi kekebalan” dan dilaporkan mendukung fungsi kekebalan tubuh dengan cara yang berbeda, termasuk penekanan terhadap sistem kekebalan tubuh yang over-aktif seperti pada gangguan autoimun dengan cara menormalkan fungsi kekebalan tubuh.

Pada bulan Mei 2000, majalah Alternative Medicine menerbitkan sebuah artikel berjudul Educate Immune di mana D.J. Fletcher menulis bahwa Sistem Kekebalan Tubuh adalah salah satu keajaiban alam, dan Transfer Factor(TF) sebagai suatu jenis terapi kekebalan tubuh dan juga merupakan bagian dari keajaiban itu sendiri.

Fletcher menyatakan,bahwa Transfer Factor dapat berkontribusi untuk fungsi kekebalan tubuh yang positif bagi orang-orang” Candida Albicans ( spesies cendawan patogen dari golongan deuteromycota, spesies cendawan ini merupakan penyebab infeksi oportunistik yang disebut kandidiasis pada kulit, mukosa, dan organ dalam manusia), Epstein-Barr, HIV, dan kondisi kesehatan lainnya, termasuk Chronic Fatigue Syndrome (kondisi keletihan kronis), Fibromyalgia (kondisi kronis yang menyebabkan nyeri, kekakuan, dan kepekaan dari otot-otot, tendon-tendon, dan sendi-sendi)., dan Hepatitis.” Sebagai “molekul pintar” dan penyeimbang sistem kekebalan tubuh, Transfer Factor telah terbukti sangat berharga dalam membantu menormalkan sistem kekebalan tubuh yang berpotensi menimbulkan peradangan. Bahkan, Transfer Factor sebenarnya melatih / mendidik sistem kekebalan tubuh untuk lebih cepat mengenali ancaman dan merespon lebih eifisien terhadap ancaman tersebut. jadi Transfer Factor dapat mengarahkan sistem kekbalan supaya bekerja optimal.

Ilmu Transfer Factor: Terobosan dan Penemuan

Tak terhitung jumlah artikel penelitian yang mengeksplorasi peran molekul Transfer Factor dalam mengoptimalkan fungsi sistem kekebalan tubuh, Beberapa peneliti telah mempatenkan hasil penelitiannya sebagai pengamanan untuk hak intelektual mereka, diantaranya:

  • Dalam satu studi independen sel NK, kombinasi Transfer Factor yang bersumber dari sapi dan unggas secara dramatis meningkatkan aktivitas sel pembunuh alami 437persen diatas normal.
  • Pada bulan Oktober tahun 2002, telah dipatenkan metode untuk “memperoleh Transfer Factor dari sumber unggas” serta cara-cara baru” menghasilkan dan mempersiapkan Transfer Factor non-mamalia.”
  • Pada bulan Maret 2005, telah dipatenkan proses penggabungan Transfer Factor “yang berasal dari dua jenis hewan.

Transfer Factor Hari Ini

Pada tahun 2005, pemerintahan Bush mendedikasikan 7,1 miliar dolar untuk pengembangan strategi dalam merespon wabah darurat. Tidak peduli berapa banyak uang yang diinvestasikan dalam melindungi kita dari wabah flu burung atau epidemi lainnya, Sistem kekebalan tubuh adalah baris pertahanan kita yang pertama dan terakhir. Nilainya sangat berharga, karena tanpa sistem kekebalan tubuh, kita menghadapi Wabah, Penyakit, Kelemahan dan Kematian. Beruntung, penelitian ilmiah terus mengungkapkan hubungan yang sangat menjanjikan antara molekul Transfer Factor dan respon kekebalan tubuh optimal.